Translate

loading...

KISAH DARI SEGENGGAM TANAH SUCI (PART 2)

Assalamu'alaikum..
Semoga semua dalam keadaan sehat walafiat dan selalu dalam lindungan Alloh Subhanawata'ala ya, Amin.
Ok kita lanjutkan saja cerita "KISAH DARI SEGENGGAM TANAH SUCI"

Selamat membaca ya..
__________________________________________________________________

              Kita tak akan tau apa yang akan terjadi besok, lusa, dan seterusnya. Bahkan detik yang akan kita laluipun kita tidak akan pernah bisa merabanya karna sudah menjadi rahasia misteri Ilahy, kita hanya dituntut untuk berusaha dengan hati yang ikhlas saat melewati setapak jalan kehidupan, ya pasti sulit tapi itulah yang mau gak mau harus kita jalankan.
Begitupun saat perpisahan sementara itu tiba terbersit dalam hati dan pikiran saya kalau saya juga bisa menyusul ibu saya ke tanah suci.
              Impian itu memang sudah sejak lama saya impikan sejak idola saya datang menghampiri walau hanya dalam mimpi, dan dari sejak itu lah saya suka bersholawat mengagungkan beliau karna saking teramat rindunya saya kepada satu-satunya idola saya. siapakah beliau, ya beliau adalah Baginda Rosulullah shalallahu alaihi wassalam.
              Sesampainya saya dirumah selepas mengantarkan ibu ke bandara, saya pun langsung mengecek trafik keberangkatan pesawat yang ibu saya gunakan, setiap saat saya cek sudah sampai mana, masih jauh atau sudah dekat pastinya dengan diiringi untaian do'a yang tak akan pernah lepas. Setelah 10 jam penantian akhirnya pesawatnya landding di Jeddah, saat itu saya belum mendapatkan kabar dari ibu saya karna beliau tidak membawa alat komunikasi apapun jadi saya menanyakan kabar lewat teman ibu saya yang membawa hp. saya tau ibu saya ingin fokus beribadah disana maka dari itu saya tidak sering-sering menanyakan bakar ibu saya walau hanya menanyakan keadaannya disana bagaimana, tetapi saya lebih sering menanyakan kabar kepada yang memiliki ibu saya, ya dialah Alloh yang maha kuasa.
              Setelah beberapa hari akhirnya akupun menanyakan keadaan ibu saya kepada salah satu ust. yang satu rombongan dengan ibu saya karna saking rindunya hati ini yang tak bisa ditahan lagi. saat itu ust. tersebut hanya mengirimkan foto yang memperlihatkan ibu saya sedang sarapan pagi, ya walaupun hanya sekedar sebuah foto itu cukup mengobati kerinduan yang sedang melanda.
              Dua hari sebelum kepulangan ibu saya, saya mencoba videocall walaupun saat itu masih berada di tempat kerja dan pada saat jam istirahat. "Assalamu'alaikum..Pak ust lagi bareng sama ibu gak?" tanya ku kepada ust. yang sekampung dengan ibu saya, "Tadi ada tapi sekarang lagi gak bareng, coba bentar ya di cari dulu" kata ust. tersebut. tak lama ust. tersebut memanggil ibu saya dan saya melihat ibu saya berlari menghampiri, MasyaAlloh ibu saya tu kakinya dibawa jalan suka kesakitan tapi saat disana seperti tidak merasakan sakit apapun bahkan bisa berlari. Akhirnya ibu saya menghampiri dengan air mata yang bercucuran membasahi pipinya begitupun dengan diriku yang juga ikut menangis, setelah beberapa menit berbincang-bincang melepas rindu ibu saya menyampaikan pesan yang harus dipenuhi, beliau berpesan agar saya ikut menjemput ibu dibandara saat pulang nanti, kenapa saya harus ikut karna saat keberangkatan saya bilang kalau kepulangannya sepertinya saya tidak ikut menjemput karana alasan pekerjaan, saat videocall posisi ibu saya baru selesai thawaf sunnah dan masih berdiri didepan ka'bah tapi setelah ibu saya meminta saya dengan bercucuran air mata, akhirnya saya pun harus memenuhi permintaan ibu saya.
             Setelah videocall selesai ternyata tanpa saya sadari percakapan saya terdengar oleh atasan saya, dan tak berpikir panjang lagi saya pun langsung meminta izin tidak masuk kerja untuk menjemput kepulangan ibu saya, dan Alhamdulillah beliau mengizinkan saya untuk tidak masuk kerja sehari.
             Sekian lama menunggu akhirnya hari yang dinanti-nanti tiba, saat pesawat ibu saya take off tepat di waktu sepertiga malam akupun bermunajat kepada Rabbku dengan linangan air mata meminta belaskasihan dariNya agar senantiasa DzatNya selalu melindungi ibu saya dimanapun berada terutama dalam perjalanan pulang ketanah air.
Paginya saya bersama keluarga menjemput ibu saya ke bandara, tepat jam 12.00 waktu Indonesia Barat pesawat yang ditumpangi ibu saya landing. sejam kemudian tak kunjung juga keluar ternyata masih mengantri mengurus diimigrasi, saking antusiasnya saya sampai punya keinginan pokoknya saya yang harus pertama kali memeluk dan mencium ibu saya, keluarga saya menunggu di pintu luar sedangkan saya menunggu di dalam tepat lurusan bilik kedatangan internasional. setelah -+2 jam menunggu satu persatu jama'ah keluar tapi saya belum melihat ibu, setelah beberapa menit akhirnya akupun melihat ibu saya sedang membawa troli tak pikir panjang lagi sayapun langsung berlari walaupun disitu ada garis yang gak boleh diterobos tapi saya lewat bawah ngolong ke pembatas itu menghampiri ibu saya memeluk dan mencium ibu saya dengan linangan air mata kerinduan.
            Setelah semua berkumbul dan melepas rindu sejenak ada cerita menarik yang beliau ceritakan, ibu saya bercerita pada saat -+10 menit pesawat terbang mengudara pesawat tersebut mengalami guncangan hebat semua orang yang ada di pesawat tersebut berteriak menyebut-nyebut nama Alloh karena takut jatuh tapi setelah beberapa menit normal kembali, ya saya teringat rasa yang berbeda saat saya bermunajat di sepertiga malam yang bertepatan pesawatnya terbang dan saya berpikir firasat semalam tu itu. setelah 30 menit lamanya akhirnya saya bersama keluarga pulang kerumah.

             Kita memang tidak bisa merubah takdir yang Alloh berikan kepada kita, tapi dengan Ar-RhamanNya Alloh kita bisa merayu-rayu dengan kekuatan do'a yang kita panjatkan, maka dari itu teruslah berdo'a dan jangan pernah putus asa dengan do'amu yang belum dikabulkanNya. Percayalah dan yakinlah dengan usaha dan kekuatan do'a bisa merubahnya sekalipun takdirmu sudah Alloh tulis di lauhul mahfuz.

BERSAMBUNG...

Alhamdulillah part 2 sudah selesai tunggu part kelanjutannya ya..dan terimakasih sudah mengunjungi blog saya dan mau membaca tulisan-tulisan didalamnya.
Wassalamu'alaikum..

KISAH DARI SEGENGGAM TANAH SUCI

Assalamu'alaikum..sahabat semua..
didalam catatan ini saya hanya ingin menuliskan sepenggal cerita dari salah satu pengalaman saya..

           Pada saat bulan Juli 2018 saya punya keinginan yang ntah akan tercapai atau tidak, tapi menjadi motivasi terbesar saya yaitu berangkat umroh dengan Ibu saya tercinta.
Ya semua orang pasti mendambakan hal yang sama berangkat ketanah suci dengan kedua orang tua. Detik, menit, jam, hari yang terus berjalan dan terlewati, sampailah tiba saatnya dimana saya berpikir "sepertinya tidak akan mungkin untuk sekarang bisa berangkat ketanah suci bareng ibu". karna ada berbagai hal yang memang tidak bisa di tinggalkan diantaranya : tidak ada yang membantu ayah saya padasaat berjualan di pasar dan menyiapkan kebutuhannya dirumah, tidak ada yang menjaga adik saya, dan yang point paling penting tidak ada yang mengurus rumah. kenapa? karna saya anak yang paling besar dirumah walau saya punya kaka tapi sudah tidak satu rumah alias sudah berkeluarga.
Ibu saya berangkat sendiri ya walaupun tidak sendirian karena berangkat dengan orang-orang yang masih sekampung. saat itu di jadwalkan berangkat tanggal 3 Januari 2019 setelah habis tahun baru.
          Tidak terasa waktupun semakin dekat, sampai akhirnya tibalah ibu saya berangkat ketanah suci untuk melaksanakan ibadah umroh.
Sedih, senang, dan berbagai rasa lainnya bercampur aduk menjadi satu karna harus ditinggalkan sesaat oleh orang tercinta selama 9 hari, waktu yang terlihat sebentar namun teramat lama bila dirasa.
           Sebelum Ibu saya melangkahkan kakinya keluar rumah dan berniat untuk perjalanan safar umroh saat itu ibu saya di azankan oleh adik iparnya, terdengar lantunan suara azan berkumandang ibu saya langsung menangis yang tak terbendung lagi, keluargapun ikut menangis, sampai tetangga yang mau mengantar ibu sayapun menangis semua. Setelah semua proses selesai saya bersama keluarga mengantarkan ibu ke bandara.
            Setibanya di bandara semua orang sudah berkumpul, ibu saya akan terbang dengan pesawat yang tanpa transit alias langsung turun di Jeddah jam 16.15 WIB. Kita sempatkan waktu yang ada dengan makan siang bersama walau harus duduk-duduk di lantai bandara, namun amat terasa nikmat dan indah kebersamaan saat itu. Lalu tibalah saatnya saya sengan ibu saya berpisah kita sekeluarga berpelukan sebagai tanda perpisahan sementara rindu yang akan segera datang dan selalu menghampiri setiap saat, setelah perpisahan dengan keluarga ibupun langsung berkumpul dengan rombongan dan langsung menuju ke tempat keberangkatan.
             Mata tak kuasa menahan butiran-butiran air yang menetes dan tak terbendung lagi. perpisahan dihujung cahaya tersilap beribu kata yang tak bisa terungkapkan walau hanya untuk menguraikan rasa yang tertutup bisunya kata, rindu akan selalu menyapa diatas perpisahan sementara, perpisahan untuk mencari Cinta dan Ridho dari Sang Maha Kuasa.

BERSAMBUNG...

Terimakasih yang sudah berkunjung ke blog saya dan mau membaca postingan didalamnya..Semoga bermanfaat dan tunggu ya kelanjutan cerita "KISAH DARI SEGENGGAM TANAH SUCI".

Wassalamu'alaikum..

Novel

Si Tomboy Yang Insyaf


Perkenalkan namaku Tiara Putri Asyifa, aku anak ke dua dari dua bersaudara. Orang tua ku menginginkan anak laki-laki namun apa daya yang terlahir adalah seorang perempuan. Sejak kecil aku terkenal sebagai cewe yang super duper tomboy dan  nyentrik abis dari atas sampai bawah bak seorang laki-laki beneran. Dengan  rambut sangat pendek, memakai baju dan celana pendek bahkan sampai sendalpun semuanya pakai aksesoris laki-laki.
Teman-temanku semuanya laki-laki. Setiap hari minggu atau libur sekolah tepatnya setiap jam lima pagi aku dan kelima teman-temanku berangkat dari rumah ke pasar untuk berjualan dengan  menumpang mobil bak terbuka karna jarak antara rumah dengan pasar sekitar kurang lebih lima kilo meter. “ssssttttoooop...!!!!“ tingkah Pandu Pratama saat memberhentikan mobil dengan kaki terbuka lebar dan tangan terlentang membentang seperti seakan mau bunuh diri, hahaha..., “bang boleh nebeng gax, mau kepasar kan..?” , “ia dek..tapi dibelakang udah penuh  dek, ya kalau adek mau ya silahkan kalo tidak keberatan” jawab abang supir.“, “gimana woy..!” tanya Iki (Rizky Syarif) sambil melirik ke belakang bak yang berisikan kambing dan ayam didalam bak tersebut. “yaudah lah dari pada kita harus nunggu lama lagi, mending yang ada aja deh, cus dah jadiin.“ jawab Putri. “woy tong lagi konferensi meja bundar..? lama banget diskusi teh..jadi gax nih..?“ tanya abang supir sambil berteriak. “jadi bang..” jawab Putri sambil mau naik ke bak mobil.
 Walaupun harus berbagi tempat dengan ayam dan kambing tapi tidak menyurutkan semangat kita untuk mencari tambahan uang jajan dengan berjualan keresek di pasar dan  begitu banyak canda dan tawa yang menghiasi perjalanan kita. “Siapa sih ni yang belum mandi..bau banget ?”, tanya Putri melontarkan canddaan. “ lu salah Put, bukan belum mandi tapi belum cebok..hahaha” jawab Abi Fazar sambil tertawa. “ya siapa lagi disini yang paling jorok “sahut Rian Dzikri sambil melirik ke salah satu temannya. Serentak kami pun berteriak dan berkata “Siiii..Izal (Izal Pewira)..hahaha...!”. Izal pun sedikit kesal karena merasa terdzolimi. Hahaha..!. “enak aja, lo kali.., ini mah bau kambing sama kotoran ayam bro..jadi jangan asal tuduh..ya walaupun ada benernya juga sih..hehehe”, jawab Izal sambil cengengesan.
 Tak lama akhirnya kitapun sampai di pasar dan kitapun turun. Lalu kita berlima langsung menuju salah satu warung yang menjual kantong keresek eceran. Ya tujuan kita kepasar untuk berjualan kantong kresek berwarna hitam ada yang ukuran besar ada pula yang berukuran kecil yang dibeli dari toko kelontong dan dijual kembali kepada ibu-ibu yang sedang berbelanja dipasar. Setelah keresek ditangan, kita berlima berjualan terpisah alias berpencar. Saya menawarkan keresek tanpa ada rasa malu, tanpa rasa ragu dengan suara sedikit teriak. “keresek...keresek...bu kantong kereseknya bu...!”, dari satu tempat ke tempat lain dari ibu-ibu satu ke ibu-ibu selanjutnya. Setelah berkeliling kurang lebih sekitar lima menit ada juga yang mau membeli kantong keresek saya yang saya hargai Cuma lima ratus perak per kantong keresek.
Kerjaan saya selain berjualan kantong keresek biasanya mata saya selalu tertuju ke bawah tepatnya ke ujung-ujung depan kios-kios, tau kenapa ? karna saya pikir ya barang kali aja ada uang yang jatuh dari kembalian pedagang dengan pembeli..hahaha. karna saya pernah menemukan uang, ya walaupun cuma sebesar lima ratus atau seribu rupiah, dan tak jarang saya pun sering mengorek-ngorek sampah untuk mencari kepingan rupiah di sela-sela saya menawarkan kantong keresek kepada pembeli.
Alhamdulillah pagi itu kantong keresek saya habis terjual dan mendapatkan lima ribu rupiah dari pembelian kantong keresek sebesar dua ribu rupiah, dan itu berarti saya mendapatkan tiga ribu rupiah. Dan bagi saya sudah bersyukur banget setidaknya saya bisa mendapatkan tambahan uang jajan dari hasil jerih payah saya sendiri.
Detik menit terus berlalu matahari terus menampakan cahayanya, akhirnya kita berlima harus berkumpul kembali ditempat semula sebelum kita berpencar untuk berjualan kantong keresek. Sayapun bergegas melangkahkan kaki untuk berjalan, dari kejauhan ternyata saya melihat ada salah satu teman saya yang bernama Rizki. “Put gimana penjualan mu hari ini..laris kan?” tanya Rizki kepada saya. “Alhamdulillah ki habis, ya lumayan lah hasilnya. lo sendiri sih gimana ki ? “. “sama Put gw juga”. Selang beberapa menit akhirnya satu demi satu teman-teman saya berdatangan dan biasanya sebelum pulang kita saling bertanya mengenai pendapatan kia hari itu. Tanpa kita sadari ada salah satu teman kita yg belum datang. “oia si Abi mana nih koq belum keesini?” tanya Rian kedapa kita. Dengan muka yang sedikit sedih akhirnya Abipun menghampiri. “lo kenapa bro lesu gitu mukanya, kantong keresek lo masih ada”, “ia yan, kantong keresek gw masih ada” jawab Abi, “dah jangan sedih gitu Bi..bawa happy aja..kan bisa dijual besok lagi, kita itu harus tetap semangat..ok bro, dah kita pulang yuk..! capcus cuy..!. jawab Putri sambil menenangkan dan merangkul dengan tangan kebahunya Abi.
Setelah semuanya kumpul akhirnya kita berenam bergegas untuk pulang dengan berjalan kaki. Kalo ada mobil kol bak lagi biasanya kami menumpang kembali, namun berhubung saat itu tidak ada akhirnya mau tidak mau kamipun harus berjalan kaki dari pasar sampai kerumah sejauh lima kilo meter.
BERSAMBUNG..NANTIKAN KELANJUTAN KISAHNYA YA...!


Jangan pernah malu dengan keadaan kita hari ini, masa depan kita yang tentukan. teruslah berjuang dan selalu bersyukur atas semua yang kita dapatkan hari ini.

TUGAS AKHIR PART 14 (Spesifikasi Sistem Komputer)


4.6.            Spesifikasi Sistem Komputer
4.6.1.      Umum
     Menjalankan tentang penggunaan dari perangkat keras (Hardware) dan perangkat lunak (Software) yang akan digunakan dalam sistem usulan dan penggambaran dalam bentuk konfigurasi komputer.

4.6.2.      Perangkat Keras
     Perangkat keras komputer terdiri dari beberapa bagian penting yaitu CPU (Central Proccesing Unit), RAM (Random Access Memory) dan ROM (Read Only Memory). Selain komponen utama tersebut ada beberapa macam komponen pendukung yang tidak kalah penting seperti harddisk, monitor, keyboard, diskdrive, disket, modem dan lain-lain.
     Adapun spesifikasi perangkat keras yang penulis sarankan agar proses pengolahan data berjalan dengan baik adalah sebagai berikut :
1.        Monitor                : 16”
2.        Proccessor           : Pentium (R) IV 3,00 GHz
3.        Memory                : 2 GB (minimum)
4.        Harddisk              : 80 GB
5.        Floppy Disk          : 3,5 (1,44 MB)
6.        Keyboard              : 180 Keys
7.        Printer                  : Dot Matrix
8.        Mouse                   : PS/2

4.6.3.      Perangkat Lunak
        Didalam sistem usulan ini, penulis mengusulkan sistem operasi Windows Seven dan Paket Program Microsoft Visual Basic 6.0, karena mudah dalam penggunaanya sehingga tidak perlu keahlian khusus untuk mengajarkan cara kerja program yang telah dibuat.
1.        Sistem operasi : Windows Seven
2.        Bahasa Pemograman : Microsoft Visual Basic 6.0
3.        Database : Microsoft Access

4.7.            Jadwal Implementasi
     Penerapan sistem pemrograman berbasis dekstop yang penulis sarankan pada PT Dana Dyaksa Loka khususnya pada sistem penyewaan mobil yang diajukan penulis mempunyai tahapan-tahapan sebagai berikut :
1.        Persiapan Data Awal
Untuk mengetahui pengadaan data awal dapat dilihat kriteria dibawah ini :
a.       Jumlah data yang ada  
b.      Data-data apa saja yang dikumpulkan Untuk kegiatan ini dibutuhkan waktu
selama dua minggu yaitu minggu pertama dan minggu ke dua pada bulan pertama.
2.        Pembuatan dan Tes Program
Pembuatan program bagi sistem usulan dilakukan dengan tujuan menghasilkan  program yang dapat digunakan untuk mengolah semua data yang ada dan dikumpulkan pada file database. Program yang dibuat haruslah program yang benar- benar mampu memenuhi keinginan penulis yaitu yang nantinya dapat diandalkan pada saat sistem dijalankan. Untuk kegiatan ini dibutuhkan dua minggu. Kegiatan tersebut dilakukan mulai pada minggu ke tiga dan minggu ke empat pada bulan pertama.
3.        Pembuatan Buku Petunjuk
Pembuatan buku petunjuk dimaksudkan untuk membantu dalam mengoperasikan sistem yang diusulkan dan pengguna atau pemakai dapat mempelajari dari buku  petunjuk ini, baik mengenai data awal, pengadaan training dan lain-lain, kegiatan ini diperlukan waktu selama satu minggu yaitu minggu pertama bulan ke dua.
4.        Pelatihan dan Training
Training dimaksudkan untuk melatih para user dalam menggunakan sistem yang diusulkan penulis serta melihat kemampuan dari personil yang terlihat, apakah user telah mengusai paket program yang digunakan pada sistem yang diusulkan. Kegiatan ini diperlukan waktu dua minggu yaitu dimulai pada minggu ke dua dan minggu ke tiga bulan ke dua.
5.        Tes Sistem
Pembangunan sistem yang diusulkan penulis untuk melakukan uji coba terhadap sistem yang diusulkan secara keseluruhan agar dapat diketahui apakah sistem tersebut layak atau tidak menggantikan sistem yang lama. Kegiatan ini diperlukan waktu selama dua minggu yaitu minggu ke empat pada bulan ke dua dan minggu pertama pada bulan ke tiga.
6.        Peralihan Sistem
Kegiatan ini bertujuan untuk meletakan sistem yang baru supaya siap untuk dapat digunakan. Peralihan ini dilakukan secara untuk menghindari adanya resiko kegagalan sistem baru. Pada tahapan ini membutuhkan waktu satu minggu yaitu pada minggu ke dua bulan ke tiga.
7.        Operasional dan Evaluasi
Operasi dan evaluasi bertujuan untuk mengoperasikan sistem baru secara penuh setelah masa peralihan berakhir. Selama berlangsungnya sistem baru maka perlu dilakukan evaluasi untuk mengetahui kekurangan-kekurangan dari sistem tersebut agar pembangunan sistem selanjutnya dapat diperbaiki. Pada kegiatan ini diperlukan waktu selama dua minggu yaitu pada minggu ke tiga dan minggu ke empat  bulan ke tiga.


Untuk mengetahui lebih jelasnya mengenai tahapan serta jadwal waktu yang dibutuhkan dalam mewujudkan sistem pemrograman berbasis dekstop yang penulis
sarankan, maka penulis menggambarkan dalam sistem table berikut ini :









Tabel IV.9 Jadwal Implementasi
No
Kegiatan
Bulan Ke 1
Bulan Ke 2
Bulan Ke 3
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
Persiapan Data Awal












2
Pembuatan dan Tes Program












3
Pembuatan Buku Petunjuk












4
Pelatihan dan Training












5
Tes Sistem












6
Peralihan Sistem












7
Operasional dan Evaluasi

















BAB V
PENUTUP

5.1.            Kesimpulan
     Setelah mengamati dan meneliti pembahasan yang sudah penulis uraikan mengenai Perancangan Sistem Informasi Akuntansi Penyewaan Mobil Secara Ritase Pada PT Dana Dyaksa Loka Cikampek, maka dapat diambil kesimpulan :
1.    Dengan menggunakan program berbasis dekstop Penyewaan Mobil Secara Ritase Pada PT Dana Dyaksa Loka Cikampek adalah merupakan salah satu alternatif pengganti proses yang  berlangsung selama ini agar pengolahan data dapat dilakukan secara efektif dan efisien.
2.  Dengan pembentukan pemograman berbasis dekstop diharapkan dapat mengantisipasi kesalahan yang timbul untuk meningkatkan kinerja serta meringankan proses kerja dan menghemat waktu dan tenaga.
3.     Dari prosedur usulan adanya penambahan data surat permintaan muat sehingga agar dapat diketahui bahwa ada proses pengecekan barang yang akan dimuat.
4.   Adanya hardwaresoftware, serta brainware yang baik diperlukan untuk mendukung terciptanya sistem Penyewaan Mobil Secara Ritase Pada PT Dana Dyaksa Loka Cikampek yang excellent

5.2.            Saran-Saran
1.        Saran yang perlu dipertimbangkan untuk kelancaran Sistem pemrograman berbasis dekstop yang penulis sarankan mengenai sistem Penyewaan Mobil Secara Ritase Pada PT Dana Dyaksa Loka Cikampek, yaitu:

a.      Perlu adanya pemeliharaan terhadap perangkat lunak atau software maupun perangkat keras atau hardware demi kelancaran dalam penggunaan sistem berbasis dekstop yang penulis sarankan.

b.   Perlu adanya sumber daya manusia yang handal sehingga dapat menjalankan dan mengelola sistem. Karena didalam penggunaan sistem berbasis dekstop membutuhkan ketelitian dan kedisiplinan dari pemakai.
c.    Adanya pelatihan dan training kepada personil yang akan mengoperasikan program tersebut supaya hasilnya bisa lebih maksimal.
2.        Kepada peneliti berikutnya saran saya :
a.    Dalam pengambilan bahan-bahan yang akan diteliti harus berdasarkan kenyataan yang sebenarnya, sehingga agar tidak dibuat-buat dan dapat di pertanggungjawabkan keasliannya.
b.         Diharapkan peneliti berikutnya dapat lebih baik dari peneliti sebelumnya.
c.         Tetap mencantumkan sumber refensi agar tidak melanggar hak cipta yang ada.
        d.     Terus berdo’a dan berusaha agar tercapainya hasil yang kita inginkan. 

Postingan

TUGAS AKHIR PART 14 (Spesifikasi Sistem Komputer)

4.6.             Spesifikasi Sistem Komputer 4.6.1.       Umum      Menjalankan tentang penggunaan dari perangkat keras ( Hardware ) da...